Mukaddimah Pendidikan Islam
Belajar, sebuah momok bagi setiap kegiatan siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik bahkan audio. Why? Karena pada dasarnya belajar adalah proses membaca dan dibimbing. identik bahwa daya konsentrasi berfikir orang yang memiliki gaya belajar yang tadi sangat rendah daripada gaya belajar visual yang memang menjadi kebiasaan konsumsi sehari-harinya adalah membaca.
Disini banyak orang bertanya-tanya bagaimana selayaknya pendidikan yang baik itu? perlu diketahui bahwa ta'aruf pendidikan perlu ditanamkan bagi calon orang tua wali yang akan mengemban sebagai penanggungjawab jabang anaknya tersebut. Lantas kenapa tidak? Iya, karena sebuah kewajiban baginya untuk mendidik yang paling utama. Ingat kan? sebaik-baik pendidikan adalah orang tua tempatnya.
Jika anda sebagai orang tua malas, bagaimana nasib anakmu? jika anda menjadi orang tua tidak mau bersungguh-sungguh dalam memberikan warisan generasi penerus yang soleh, cerdas dan berakhlak, siapa yang akan menjaga negeri yang dibangun atas dasar iman selanjutnya ini? Bagaimana pertanggungjawabanmu juga kepada Allah? Maka sebagai motivasi, perlu diingat bahwa pondasi dasar dalam mendidik anak adalah kewajiban sebagaimana dawuh KH. Muhammad Bashori Alwi Murtadho,"Segala sesuatu itu ada zakatnya, dan zakatnya ilmu adalah mengajarkannya". Nah... Sudah pasti kan? kalian semua sebagai orang tua maka pasti sudah siap toh untuk mendidiknya? Lebih-lebih ilmu Agama yang akan menjadi perisai dan tameng dalam menjalankan kehidupan kedepannya.
Jangan khawatir dan jangan ragu jika anda memiliki anak, yakinlah bahwa belajar, sekolah dan memberikan pengalaman-pengalaman untuknya semuanya adalah untuk kebaikan kedepannya. Pasti, ilmu yang kalian berikan akan selalu bermanfaat baginya. Kebahagiaan akan anda raih apabila kelak dipanggil oleh Allah Swt dan ilmu yang anda berikan kepadanya selalu dipakai sepanjang hidupnya. jangan ragu, karena keyakinan tidak akan bisa dirubah kecuali dengan keyakinan.
Demikian dengan para pelajar atau mahasiswa, jangan anda bermain-main selama mencari ilmu, niatkan dengan benar ketika belajar, tinggalkan segala perkara yang benar-benar tidak membawa faedah untukmu, banggakan orang tua kalian, maka Allah akan membanggakanmu. ingat kalimat Ridho Allah ada dimana? jika ingat, perlu kalian semua intropeksi, jika mendapatkan ilmu segera amalkan. Ilmu didapat namun tidak diamalkan bagaikan pohon yang tak berbuah, tidak akan bisa dirasakan kenikmatan nantinya, hanya memenuhi tempat saja dan menjadi benalu untuk kalian sendiri.
Apabila perlu sulit untuk mengamalkannya, ajarkanlah kepada adik-adik kelas kalian, para siswa yang jauh lebih junior dibawah kalian, karena dengan hal tersebut, maka dinamika intensitas pendidikan dilingkungan anda akan menjadi sehat. Semua akan selamat, semua akan merasakan nikmat dan perbuatan maksiat pasti akan minggat dalam bentuk apapun.
Selanjutnya, tancapkan ilmumu didalam hati, karena ilmu akan menjadi motivasi diri untuk menjadi baik. Lantas bagaimana cara menancapkannya, jika sulit dihafal, maka catatlah, muroja'ahkanlah (red: ulangi) terus materi atau teori yangh telah disampaikan hingga terbiasa. Saya sengaja tidak mengatakan hafal karena terbiasa menjadi kata-kata yang pas untuk hal yang satu ini. Karena proses pembiasaan baik dalam menghafalkan sebuah materi atau ilmu serta beberapa yang berhubungan dengan amaliyah dan akhlak akan lebih mudah dilakukan apabila sering dipraktekkan baik di lingkungan sekolah maupun formal. Misalnya, guru mengajarkan untuk mengucapkan salam apabila bertemu dengan guru dan temannya, keluar rumah dan masuk rumah juga, mencium tangan orang tua dan guru apabila bertemu, ini adalah sebuah pembiasaan yang dijadikan aturan berupa tradisi apabila dibiasakan disekolah, maka akan terbiasa dirumah ataupun dilingkungan masyarakat. Kenapa? aturan yang baik dan memiliki nilai positif, akan diterima oleh nurani setiap orang. Maka membiasakan dalam menghafal, membiasakan dalam bersikap, membiasakan dalam melaksanakan amaliyah ibadah adalah sebuah kewajiban yang pada awalnya dan menjadi kebutuhan seseorang pada akhirnya apabila dilakukan secara istiqomah atau terus menerus. Bak sepeda motor apabila jarang dipakai, maka ia akan sulit jika dinyalakan mesinnya. Pun demikian dengan akal dan hati, apabila sudah jarang diasah dan dipakai, maka akan sulit dibuka pintu hidayah berupa ilmu yang langsung diberikan oleh Allah Swt melalui perantara guru.
Oleh: Alaika M. Bagus Kurnia PS (Dosen STIKES Surabaya)
Komentar
Posting Komentar