Pendidikan Berbasis Kemasyarakatan

Memahami peran masyarakat dalam membentuk dan juga sebagai pemeran pendamping dalam menentukan keberhasilan pendidikan, tentu juga mendapatkan perhatian khusus pada babak yang satu ini.

Selanjutnya, perlu seluruh elemen yang ada didalamnya juga menjadi bagian antara yang satu pada lainnya dan perlu merapatkan barisan baik pada kalangan atas (dibaca: pejabat) maupun kalangan bawah (dibaca: rakyat).

Komunikasi multi arah adalah sebuah solusi yang pertama kami tawarkan, sebab agar tidak terjadi kerancuan dan kesalahpahaman antara masyarakat dan pemerintahan baik di tingkat kabupaten, kecamatan hingga RT yang paling bawah.

Sebuah cita-cita dan harapan yang sesuai dengan karakteristik domisili masing-masing akan terwujud apabila disuarakan oleh rakyat bawah. Misalnya perlu diwujudkan masyarakat yang gemar membaca baik pada kalangan anak-anak hingga dewasa, hal ini jelas sedikit demi sedikit akan diwujudkan oleh pemerintah untuk menjadikan komunitasnya menjadi komunitas yang gemar membaca. Sehingga tidak jarang ditemui dimana saja terdapat perpustakaan-perpustakaan kecil atau rak buku di sudut-sudut tertentu guna menciptakan tradisi literasi di suatu kota tertentu.

Ini adalah suara rakyat yang ingin memiliki hak belajar pada setiap kalangan walaupun sulit dijangkau. Apabila tidak direalisasikan karena mengingat faktor ekonomi sebagai penghambatnya. Sehingga program literasi di kalangan masyarakat perlu digalakkan untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat melalui masyarakat gemar membaca, dan inilah proses bagaimana masyarakat akan terbuka cakrawalanya dan mampu bersaing serta selalu update dalam mengamati situasi dan kondisi wilayahnya atau lebih-lebih negaranya.

Sekelumit contoh diatas adalah sebuah jeritan masyarakat yang ditangkap oleh pemerintahan. Sehingga pemerintahlah yang merancang untuk menemukan solusi.

Selanjutnya perlu menjadi penunjang agar masyarakat menjadi sehat baik dalam jasmani maupun berfikir. Ia akan menjadi masyarakat yang sehat dan inovatif apabila suasana lingkungan sekitarnya bersih, hijau dan indah. Dimanapun ia belajar, dimanapun ia membaca, jaminan kenyamanan dan kesejukan dalam proses belajar akan terwujud.

Semua akan sepakat, semua akan nyaman, karena kebersihan juga sebagian dari keimanan. Apabila layanan sarana prasarana dalam belajar bersih, sejuk, nyaman, dan representatif sebagai penunjangnya, maka menjadi jaminan dimanapun ia membaca, dimanapun ia belajar pasti tidak kesulitan mencari tempat yang nyaman dan menyenangkan.

Maka peran lingkungan masyarakat menjadi vital sebagai support sarana belajar dan menciptakan lingkungan dan suasana yang edukatif.
Melakukan bimbingan, pembelajaran, menciptakan budaya gemar membaca dan belajar serta menumbuhkembangkan pembiasaan baik yang berpusat pada spiritual maupun karakter agar terdapat nilai-nilai didalamnya.

Oleh: Alaika M. Bagus Kurnia PS (Dosen STIKES Surabaya)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mukaddimah Pendidikan Islam

Meraih Isra' Mi'raj; Momentum Memperbaiki Signal Kepada Allah Swt

Kuttab Al-Salam: Sebuah Metode Klasik Menghafal Al-Qur'an